Jumat, 05 Juni 2015

[007] Al A'raaf Ayat 046

««•»»
Surah Al A'raaf 46


وَبَيْنَهُمَا حِجَابٌ وَعَلَى الْأَعْرَافِ رِجَالٌ يَعْرِفُونَ كُلًّا بِسِيمَاهُمْ وَنَادَوْا أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ لَمْ يَدْخُلُوهَا وَهُمْ يَطْمَعُونَ
««•»»
wabaynahumaa hijaabun wa'alaa al-a'raafi rijaalun ya'rifuuna kullan bisiimaahum wanaadaw ash-haaba aljannati an salaamun 'alaykum lam yadkhuluuhaa wahum yathma'uuna
««•»»
Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A'raaf {543} itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga: "Salaamun 'alaikum {544}". Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya).
{543} Al A`raaf artinya: tempat yang tertinggi di antar surga dan neraka.
{544} Artinya: Mudah-mudahan Allah melimpahkan Kesejahteraan atas kamu.
««•»»
And there will be a veil between them. And on the Elevations will be certain men who recognize each of them by their mark. They will call out to the inhabitants of paradise, ‘Peace be to you!’ (They[1] will not have entered it, though they would be eager to do so.
[1] That is, the people of paradise.
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa antara penghuni surga dan penghuni neraka ada batas yang sangat kokoh sekali. Batas itu berupa pagar tembok yang tidak memungkinkan masing-masing mereka untuk membuat jalan keluar dan untuk berpindah tempat. Di atas pagar tembok itu ada suatu tempat yang tertinggi, tempat orang-orang yang belum dimasukkan ke dalam surga. Mereka bertahan di sana menunggu keputusan dari Allah. Dari tempat yang tinggi itu mereka bisa melihat penghuni surga dan bisa pula melihat penghuni neraka. Kedua penghuni itu kenal dengan tanda yang ada pada mereka masing-masing. Seperti mengenal mukanya yang telah disifatkan Allah dalam Alquran.

Firman Allah:
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ مُسْفِرَةٌ(38)ضَاحِكَةٌ مُسْتَبْشِرَةٌ(39)وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌ(40)تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌ(41)أُولَئِكَ هُمُ الْكَفَرَةُ الْفَجَرَةُ
Banyak muka pada hari itu berseri-seri, tertawa dan gembira. Dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu. Dan ditutup lagi oleh kegelapan. Mereka itulah orang-orang yang kafir lagi durhaka.
(QS Abasa [80]:38-42)

Mereka yang tinggal di tempat yang tinggi di atas pagar batas itu mempunyai kebaikan yang seimbang dengan kejahatannya, belum bisa dimasukkan ke dalam surga tetapi tidak menjadi penghuni neraka. Mereka sementara ditempatkan di sana sambil menunggu rahmat dan karunia Allah untuk dapat masuk ke dalam surga.

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, ia berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda:
توضع الموازين يوم القيامة فتوزن الحسنات والسيئات فمن رجحت حسناته على سيئاته مثقال حبة دخل الجنة ومن رجحت سيئاته على حسناته مثقال حبة دخل النار قيل: ومن استوت حسناته وسيئاته قال: أولئك أصحاب الأعراف لم يدخلوها وهم يطمعون
Diletakkan timbangan pada hari kiamat lalu ditimbanglah semua kebaikan dan kejahatan. Maka orang-orang yang lebih berat timbangan kebaikannya daripada timbangan kejahatannnya meskipun sebesar biji sawi/atom dia akan masuk surga. Dan orang yang lebih berat timbangan kejahatannya daripada timbangan kebaikannya meskipun sebesar biji sawi/atom ia akan masuk neraka. Dikatakan kepada Rasulullah, "Bagaimana orang yang sama timbangan kebaikannya dengan timbangan kejahatannya?" Rasulullah menjawab: "Mereka itulah penghuni A`raf, mereka itu belum memasuki surga tetapi mereka sangat ingin memasukinya."
(H.R Ibnu Jarir dari Ibnu Mas'ud)

Sesudah itu Ibnu Masud berkata: "Sesungguhnya timbangan itu bisa berat dan bisa ringan oleh sebuah biji yang kecil saja. Siapa-siapa yang timbangan kebaikan dan kejahatannya sama-sama berat, mereka penghuni A'raf, mereka berdiri di atas jembatan.

Kemudian mereka dipalingkan melihat penghuni surga dan neraka. Apabila mereka melihat penghuni surga, mereka mengucapkan: "Keselamatan dan kesejahteraan bagimu." Dan apabila dipalingkan pemandangan mereka ke kiri, mereka melihat penghuni neraka seraya berkata: "Ya tuhan kami janganlah jadikan kami setempat dengan orang-orang zalim." Mereka sama-sama berlindung diri kepada Allah dari tempat mereka. Berkata Ibnu Masud: "Ada orang yang mempunyai kebaikan, mereka diberi cahaya yang menerangi bagian depan dan kanan mereka. Tiap-tiap orang dan tiap-tiap umat diberi cahaya setibanya mereka di atas jembatan, Allah padamkan cahaya orang-orang munafik laki-laki dan munafik perempuan. Tatkala penghuni surga melihat apa yang di hadapan orang-orang munafik, berkata: "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah cahaya kami." Adapun penghuni A'raf, cahaya mereka ada di tangan mereka, tidak akan tanggal-tanggal.

Di waktu itu berfirman Allah swt.:
لَمْ يَدْخُلُوهَا وَهُمْ يَطْمَعُونَ
Mereka belum lagi memasuki sedang mereka ingin segera (memasukinya).
(QS Al A'raaf [7]:46)
Inilah yang dimaksud dalam ayat ini, bahwa penghuni A'raf itu menyeru penghuni surga mengucapkan selamat sejahtera, karena kerinduan mereka atas nikmat yang telah diberikan Allah kepada penghuni surga. Mereka belum juga dapat masuk ke dalamnya, sedang hati mereka sudah sangat rindu untuk masuk.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan di antara keduanya) yaitu antara para penghuni surga dan para penghuni neraka (ada batas) penghalang; menurut suatu pendapat batas itu berupa tembok vang diberi nama Al-A`raaf (di atas Al-A`raaf itu) yakni nama tembok surga (ada orang-orang) yang amat tampan dan amat buruk rupanya, rupa mereka sama, artinya yang cantik sama cantiknya dan yang buruk sama pula buruknya, sebagaimana yang dijelaskan oleh hadis (yang mengenal masing-masing dari kedua golongan itu) penduduk surga dan neraka (dengan tanda-tanda mereka) ciri-ciri khas mereka, yakni berbadan putih bagi orang-orang yang beriman dan berbadan hitam bagi orang-orang kafir, oleh sebab orang-orang yang di atas Al-A`raaf itu dapat langsung melihat kedua golongan itu mengingat mereka berada di tempat yang tinggi. (Dan mereka menyeru penduduk surga, `Mudah-mudahan Allah melimpahkan kesejahteraan atas kamu.`) Allah swt. berfirman, (`Mereka belum lagi memasukinya) yakni para penghuni Al-A`raaf itu ke surga (sedangkan mereka ingin segera`)" memasukinya. Hasan mengatakan, "Mereka tidak terdorong oleh rasa keinginan yang sangat melainkan karena memang Allah telah menghendakinya untuk mereka." Dan Imam Hakim telah meriwayatkan dari Hudzaifah yang telah mengatakan, "Tatkala calon penghuni surga itu dalam keadaan demikian berada di Al-A`raaf, kemudian Tuhanmu muncul di hadapan mereka seraya berfirman, `Masuklah kamu sekalian ke dalam surga, sesungguhnya Aku telah mengampuni kamu.`"
««•»»
And between them, that is, [between] the inhabitants of Paradise and those of the Fire, is a veil, a barrier, said to be the wall of the Heights, and on the Heights, which is, the wall of Paradise, are men, whose good deeds and evil deeds are equal, as [is stated] in the hadīth, who know each, of the inhabitants of Paradise and those of the Fire, by their mark — glowing faces in the case of the believers and blackened [ones] in the case of the disbelievers, for they are able to see them, their position being high — and they call to the inhabitants of Paradise: ‘Peace be upon you!’ God, exalted be He, says: They, that is, those men of the Heights, have not entered it, Paradise, although they aspire, to enter it. Al-Hasan [al-Basrī] said, ‘God causes them to have this aspiration only because He desires to be generous to them’. Al-Hākim reported that Hudhayfa [b. al-Yamān] said, ‘While they are in this situation, God appears to them and says “Get up and enter Paradise, for I have forgiven you”.’
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 45]•[AYAT 47]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
46of206
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=7&tAyahNo=46&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#7:46

Kamis, 30 April 2015

[007] Al A'raaf Ayat 045



««•»»
Surah Al A'raaf 45

الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا وَهُمْ بِالْآخِرَةِ كَافِرُونَ
««•»»
alladziina yashudduuna 'an sabiili allaahi wayabghuunahaa 'iwajan wahum bial-aakhirati kaafiruuna
««•»»
(yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok, dan mereka kafir kepada kehidupan akhirat."
««•»»
—Those who bar [others] from the way of Allah, and seek to make it crooked, and disbelieve in the Hereafter.
««•»»

Ayat ini menjelaskan siapa yang dimaksud dengan orang-orang yang zalim pada ayat di atas. Yaitu orang-orang yang selalu berusaha melarang diri atau pun orang lain untuk menuruti jalan Allah sebagaimana yang telah disampaikan Rasul Allah. Melarang mengikuti ajaran-ajaran agama yang benar untuk mencari keridaan Allah. Berusaha menyesatkan orang lain dari jalan yang benar.

Selain dari itu termasuk orang yang zalim ialah orang-orang yang berusaha agar ajaran-ajaran agama itu bengkok, kacau balau, tidak menurut yang sebenarnya. Cara yang mereka pakai untuk menjadikan ajaran-ajaran agama itu bengkok, tidak menurut yang sebenarnya adalah bermacam-macam. Di antara yang paling besar dosanya ialah menumbuhkan penyakit syirik. Dia bengkokkan tauhid menjadi syirik dengan mencampur-adukkan ajaran tauhid dengan ajaran agama lain dalam beribadat dan berdoa. Dipersekutukannya Allah dengan yang lain, seperti dengan berhala dan lain-lain dengan menjadikan berhala itu dan lain-lainnya itu sebagai wasilah kepada Allah, padahal menjadikan berhala itu dan lain-lainnya menjadi wasilah kepada Allah adalah termasuk syirik dan jelas dilarang.

Firman Allah swt.:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.
(QS Al Bayyinah [98]:5)

Cara yang lain lagi ialah dengan menimbulkan segala macam keraguan dalam agama, mereka mempersulit-sulit dengan cara yang berlebih-lebihan untuk mengerjakan agama. Sehingga orang lambat-laun akan lari dari agama. Sebenarnya orang-orang yang zalim itu termasuk orang-orang yang tak percaya kepada akhirat. Mereka tidak percaya datangnya hari kiamat, tidak percaya dengan hari pembalasan dan lain-lain yang berhubungan dengan hari kiamat.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Yaitu orang-orang yang menghalangi) manusia (dari jalan Allah) dari tuntunan agama-Nya (dan menginginkan agar jalan itu) maksudnya mereka menghendaki agar jalan Allah itu (bengkok) tidak lurus (dan mereka ingkar terhadap kehidupan akhirat).
««•»»
who bar, people, from God’s way, [from] His religion, desiring it, that is, they seek the way that is, crooked, disbelieving in the Hereafter’.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

•[AYAT 44]•[AYAT 46]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
45of206
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=7&tAyahNo=45&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#7:45


[007] Al A'raaf Ayat 044



««•»»
Surah Al A'raaf 44

وَنَادَى أَصْحَابُ الْجَنَّةِ أَصْحَابَ النَّارِ أَنْ قَدْ وَجَدْنَا مَا وَعَدَنَا رَبُّنَا حَقًّا فَهَلْ وَجَدْتُمْ مَا وَعَدَ رَبُّكُمْ حَقًّا قَالُوا نَعَمْ فَأَذَّنَ مُؤَذِّنٌ بَيْنَهُمْ أَنْ لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ
««•»»
wanaadaa ash-haabu aljannati ash-haaba alnnaari an qad wajadnaa maa wa'adanaa rabbunaa haqqan fahal wajadtum maa wa'ada rabbukum haqqan qaaluu na'am fa-adzdzana mu-adzdzinun baynahum an la'natu allaahi 'alaa alzhzhaalimiina
««•»»
Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada Penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): "Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?" Mereka (penduduk neraka) menjawab: "Betul". Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: "Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim,
««•»»
The inhabitants of paradise will call out to the inmates of the Fire, ‘We found what our Lord promised us to be true; did you find what your Lord promised you to be true?’ ‘Yes,’ they will say. Then a caller will announce in their midst, ‘May Allah’s curse be on the wrongdoers!’
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa nanti di akhirat akan terjadi pertanyaan penghuni surga terhadap penghuni neraka. Hal ini terjadi, setelah penghuni surga telah menetap dalam surga dan penghuni neraka sudah menetap dalam neraka.

Penghuni surga dengan segala kenikmatan dan kesenangan yang diperolehnya dengan wajah berseri-seri menghadapkan mukanya kepada penghuni neraka yang sedang menderita azab karena kedurhakaan dan kekafiran kepada Allah dan kepada Rasulullah seraya berkata: "Sesungguhnya kami telah memperoleh apa yang dijanjikan Allah kepada kami yang disampaikan-Nya dengan perantaraan Rasul-Nya. Kami telah memperoleh kesenangan, kemuliaan yang abadi yang tidak dapat kami menceritakan bagaimana nikmatnya dalam surga. Apakah kamu sudah memperoleh azab dan siksaan?" Mereka menjawab: "Benar, kami sedang menerima azab sebagaimana yang telah diancamkan kepada kami dengan perantaaan Rasul-Nya."

Di tengah-tengah percakapan yang seperti itu, terdengarlah satu seruan dari malaikat yang mengatakan: "Kutukan Allah terhadap orang yang zalim yang sudah menganiaya dirinya sendiri yang tidak mau menerima kasih sayang Allah semasa hidup di dunia, yaitu memasuki surga yang sudah dijanjikan Allah."

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-penghuni neraka,) sebagai pernyataan dan ejekan ("Sesungguhnya kami telah memperoleh apa yang telah Tuhan kami menjanjikannya kepada kami) berupa pahala (dengan sebenarnya. Maka apakah kamu telah memperoleh apa yang telah dijanjikan) kepadamu (oleh Tuhanmu) berupa azab (dengan sebenarnya?" Mereka, penduduk neraka, menjawab, "Betul." Kemudian seorang penyeru, malaikat, mengumumkan) menyerukan pengumuman (di antara mereka) yaitu di antara kedua golongan itu. Malaikat itu mengumandangkan kepada mereka ("Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang lalim).
««•»»
And the inhabitants of Paradise will call to the inhabitants of the Fire, either in affirmation or in reprimand: ‘We have found that which our Lord promised us, in the way of reward, to be true; have you found that, chastisement, which your Lord promised, you, to be true?’ They will say: ‘Yes!’ And then a crier, a caller, shall proclaim between them, between both parties, making them hear that: ‘God’s curse is on the evildoers,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

•[AYAT 43]•[AYAT 45]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
44of206
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=7&tAyahNo=44&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#7:44


[007] Al A'raaf Ayat 043



««•»»
Surah Al A'raaf 43

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
««•»»
wanaza'naa maa fii shuduurihim min ghillin tajrii min tahtihimu al-anhaaru waqaaluu alhamdu lillaahi alladzii hadaanaa lihaadzaa wamaa kunnaa linahtadiya lawlaa an hadaanaa allaahu laqad jaa-at rusulu rabbinaa bialhaqqi wanuuduu an tilkumu aljannatu uuritstumuuhaa bimaa kuntum ta'maluuna
««•»»

Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran." Dan diserukan kepada mereka: "ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan."
««•»»
We will remove whatever rancour there is in their breasts, and streams will run for them. They will say, ‘All praise belongs to Allah, who guided us to this. We would have never been guided had not Allah guided us. Our Lord’s apostles had certainly brought the truth.’ And the call would be made to them: ‘This is paradise, which you have been given to inherit because of what you used to do!’
««•»»

Ayat ini menerangkan bagaimana keadaan penghuni surga. Keadaan penghuni surga jauh berbeda dengan keadaan orang penghuni neraka, seperti siang dan malam. Penghuni surga tidak mempunyai rasa dendam dan benci. Allah membuang rasa dendam dan dengki itu dari dalam dada mereka. Allah menumbuhkan rasa berkasih-kasihan, santun-menyantuni, rasa bergembira dan bersatu. Kebalikan dari penghuni neraka, mereka bermusuhan antara yang satu dengan yang lain, tuntut-menuntut, tuduh-menuduh dan hina-menghinakan. Penghuni surga bersenang-senang dan bergembira dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, tetapi penghuni neraka dalam keadaan susah dan bermuram-durja diliputi oleh api yang bernyala-nyala. Dari mulut penghuni surga keluarlah kalimat-kalimat syukur dan terima kasih, menunjukkan kebahagiaan dan kegembiraan mereka.

Mereka memuji Allah yang telah memberinya petunjuk selama hidup di dunia sehingga mereka menjadi orang yang beriman dan beramal saleh yang menyebabkan mereka menjadi penghuni surga. Kalau bukanlah karena petunjuk dari Allah, tentu mereka tidak mempercayai Rasul Allah, tentu mereka akan menjadi orang yang zalim dan durhaka. Benarlah bahwa rasul itu diutus untuk membawa ajaran-ajaran yang benar, menuntun kepada yang mempercayai Allah Yang Maha Esa dan Maha Berkuasa dan untuk mengerjakan amal saleh. Kemudian penghuni surga mendengar seruan dari malaikat, suatu seruan yang sangat menyenangkan dan menggembirakan, seruan yang merupakan penghormatan dan kemuliaan, yaitu: "Inilah tempatmu yang bernama surga yang sudah diwariskan Allah untukmu sebagai balasan dari amal salehmu yang kamu kerjakan selama hidup di dunia."

Masuk surga itu akibat adanya amal saleh yang didasari iman kepada Allah. Juga karena adanya rahmat dari Allah. Kalau rahmat dari Allah tidak ada, seseorang pun belum akan masuk surga. Surga suatu tempat kesenangan yang disediakan Allah bagi hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh saja, tetapi bila tidak ada rahmat Allah, tentu tidak akan masuk surga. Sebab belumlah sebanding amal saleh dengan nikmat surga itu.

Dari kata-kata "Kami wariskan" terkandung di dalamnya adanya rahmat Allah. Belum tentu seseorang masuk surga walaupun bagaimana besarnya amal saleh tanpa adanya rahmat Allah baginya.

Sabda Rasulullah saw.:
لن يدخل أحدا عمله الجنة قالوا: ولا أنت يا رسول الله؟ قال: ولا أنا إلا أن يتغمدني الله بفضله ورحمته
Amal perbuatan (seseorang) tidak akan memasukkannya ke dalam surga. Mereka (para sahabat) bertanya: "Apakah engkau juga begitu ya Rasulullah?" Rasul menjawab: "Juga saya begitu, kecuali kalau Allah memberikan kepada saya rahmat dan karunia-Nya."
(H.R Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka) perasaan dengki yang pernah ada sewaktu mereka hidup di alam dunia (mengalir di bawah mereka) di bawah gedung-gedung tempat tinggal mereka (sungai-sungai dan mereka berkata,) tatkala mereka mulai menetap di tempat tinggal masing-masing.

("Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada surga ini) yakni amal perbuatan yang balasannya adalah hal ini (Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk) di sini membuang jawabnya laula, hal itu bisa diketahui karena ada tanda sebelumnya yang menunjukkan kepadanya.

(Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran." Dan diserukan kepada mereka bahwasanya) dengan anna yang ditakhfifkan, yakni annahuu. Atau dapat juga berasal dari an mufassirah (itulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan).
««•»»
We shall strip away all rancour, [all] spite that existed between them in the world, that is in their breasts; and beneath them, beneath their palaces, flow rivers; and they will say, once they have settled in their dwellings: ‘Praise be to God, Who guided us to this, action, the reward of which is this [Paradise]; for we would surely never have been guided if God had not guided us (the response to the [conditional] law lā, ‘if … not’ is omitted, because it is indicated by the preceding [clause]). Verily the messengers of our Lord did bring the truth.’ And it is cried to them: (an is read softened, that is, [understand it as] annahu; alternatively, it is an explicative particle in all five places [here and the four to follow]) ‘This is your Paradise; you have inherited it for what you used to do’.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

•[AYAT 42]•[AYAT 44]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
43of206
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=7&tAyahNo=43&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#7:43


[007] Al A'raaf Ayat 042



««•»»
Surah Al A'raaf 42

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
««•»»
waalladziina aamanuu wa'amiluu alshshaalihaati laa nukallifu nafsan illaa wus'ahaa ulaa-ika ash-haabu aljannati hum fiihaa khaaliduuna
««•»»
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.
««•»»
As for those who have faith and do righteous deeds —We task no soul except according to its capacity— they shall be the inhabitants of paradise, and they shall remain in it [forever].
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang beriman dan beramal saleh sesuai dengan kemauannya, mereka akan menjadi penghuni surga. Balasan mempercayai Allah dan membenarkan kerasulan Nabi Muhammad saw. yang telah menyampaikan wahyu Allah dan ajaran agamanya, serta dengan penuh ketaatan mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya ialah masuk surga, mereka tidak akan dikeluarkan dari dalamnya dan tidak akan dicabut dari mereka segala kenikmatan yang ada buat selama-lamanya.

Allah tidak akan memikulkan kewajiban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya. Maka semua perintah dan larangan Allah, tidak berat dan memberatkan, tetapi sesuai dengan amal-amal saleh yang akan menjadikan seseorang penghuni surga adalah mudah saja, tidak sulit dan tidak susah. Jelaslah bahwa agama Islam ini adalah agama yang mudah mengerjakannya, bukanlah agama yang berat. Mudah dikerjakan oleh laki-laki dan perempuan, mudah dikerjakan muda dan tua, dan mudah dikerjakan oleh orang sehat dan orang sakit. Malahan mudah dikerjakan oleh semua lapisan masyarakat, di mana saja mereka berada.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh) menjadi mubtada, sedangkan firman Allah swt. (Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya) sesuai kemampuannya dalam beramal; ini adalah jumlah mu`taridhah antara mubtada dan khabarnya, sedangkan khabarnya ialah (mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya).
««•»»
And those who believe and perform righteous deeds (wa’lladhīna āmanū wa-‘amilū’l-sālihāti is the subject) We do not charge any soul beyond its scope, its capacity for action (lā nukallifu nafsan illā wus‘ahā, ‘We do not charge any soul beyond its scope’, constitutes a parenthetical statement, intervening between it [the above subject] and its predicate, which is [the following]) those are the inhabitants of Paradise, abiding therein.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

•[AYAT 41]•[AYAT 43]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
42of206
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=7&tAyahNo=42&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#7:42


[007] Al A'raaf Ayat 041



««•»»
Surah Al A'raaf 41

لَهُمْ مِنْ جَهَنَّمَ مِهَادٌ وَمِنْ فَوْقِهِمْ غَوَاشٍ وَكَذَلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَ
««•»»
lahum min jahannama mihaadun wamin fawqihim ghawaasyin wakadzaalika najzii alzhzhaalimiina
««•»»
Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka) {542}. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim,
{542} Maksudnya: mereka terkepung dalam api neraka.
««•»»
They shall have hell for their resting place, and over them shall be sheets [of fire], and thus do We requite the wrongdoers.
««•»»

Ayat ini menjelaskan lagi bahwa tempat mereka dalam neraka. Mereka mendapat tikar dan selimut dari api.

Firman Allah:
وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةٌ بِالْكَافِرِينَ
Sesungguhnya Jahanam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir.
(QS At Taubah [9]:49)
Itulah balasan yang diberikan Allah terhadap orang-orang yang aniaya terhadap dirinya sendiri dan aniaya terhadap orang lain. Setiap orang kafir itu dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang aniaya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka) alas untuk tidur (dan di atas mereka ada selimut) penutup dari api neraka; ghawaasyin bentuk jamak dari kata ghaasyiyah, sedangkan tanwinnya adalah merupakan pergantian dari ya yang telah dibuang. (Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim).
««•»»
Hell shall be their bed, and over them coverings, of fire (ghawāshin is the plural of ghāshiya and its nunation compensates for the omitted yā’). Thus do We requite the evildoers.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

•[AYAT 40]•[AYAT 42]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
41of206
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=7&tAyahNo=41&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#7:41


[007] Al A'raaf Ayat 040

««•»»
Surah Al A'raaf 40

إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُجْرِمِينَ
««•»»
inna alladziina kadzdzabuu bi-aayaatinaa waistakbaruu 'anhaa laa tufattahu lahum abwaabu alssamaa-i walaa yadkhuluuna aljannata hattaa yalija aljamalu fii sammi alkhiyaathi wakadzaalika najzii almujrimiina
««•»»
sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit {540} dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum {541}. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.
{540} Artinya: doa dan amal mereka tidak diterima oleh Allah.
{541} Artinya: mereka tidak mungkin masuk surga sebagaimana tidak mungkin masuknya unta ke lubang jarum.
««•»»
Indeed, those who deny Our signs and are disdainful of them— the gates of the heaven will not be opened for them, nor shall they enter paradise until the camel passes through the needle’s eye,[1] and thus do We requite the guilty.
[1] Or, ‘until the cable passes through the needle’s eye.’
««•»»

Yang dimaksud dengan mendustakan ayat-ayat Allah dalam ayat ini ialah mendustakan pokok-pokok dan hukum-hukum agama, seperti yang berhubungan dengan adanya Allah dan keesaan-Nya, yang berhubungan dengan kenabian, hari kiamat, hari kebangkitan dan lain-lainnya. Terhadap ayat-ayat yang seperti ini, mereka mendustakan, mereka tidak mau menerimanya dan mereka tolak dengan secara sombong dan takabur. Maka terhadap mereka itu tidak akan dibukakan pintu langit.

Ada beberapa pengertian tentang tidak dibukakan pintu langit, di antaranya tidak akan diterima amal mereka dan tidak akan sampai kepada Allah, walaupun bagaimana besar amal dan usaha mereka. Bukan saja amal dan usaha mereka tidak sampai kepada Allah, juga doa dan permintaan mereka tidak akan sampai. Dalam pengertian lain menurut Ibnu Abbas roh mereka tidak lansung diterima Allah.

Firman Allah swt.:
إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ
Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya.
(QS Faathir [35]:10)

Selain dari itu mereka tidak akan masuk ke dalam surga buat selama-lamanya. Dalam ayat ini Allah memberikan perumpamaan bagi mereka, bahwa mereka tidak akan masuk ke dalam surga kecuali bila unta dapat masuk ke dalam lubang jarum. Maksudnya mereka mustahil akan masuk surga buat selama-lamanya. Demikianlah balasan yang diberikan Allah terhadap mereka yang berdosa seperti itu, yaitu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan tidak mau menerimanya dengan cara menyombongkan diri.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri) mereka berlaku sombong (terhadapnya) kemudian mereka tidak mau percaya terhadapnya (sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit) yaitu apabila arwah-arwah mereka dinaikkan sesudah mati, sehingga arwah mereka turun kembali ke Sijjin atau neraka yang ada di dalam perut bumi.

Berbeda dengan arwahnya orang yang beriman, pintu-pintu langit dibukakan untuknya, sehingga arwahnya dapat naik ke langit yang ke tujuh, demikianlah menurut penjelasan hadis (dan tidak pula mereka masuk surga hingga unta masuk) yakni jika ada unta yang dapat masuk (ke dalam lubang jarum) maksudnya lubang yang ada pada jarum; ini kata kiasan bahwa hal itu tidak mungkin terjadi, demikian pula masuknya mereka ke dalam surga.

(Demikianlah) pembalasan itu (Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan) oleh sebab kekafirannya.
««•»»
Those who deny Our signs and scorn them, not believing in them, indeed the gates of heaven shall not be opened for them, when their spirits are carried up to it after death, for instead they are taken down into Sijjīn [cf. Q. 83:7f.] — in contrast to the believer, for whom the gates are opened, and his spirit is carried up into the seventh heaven, as is stated in one hadīth — nor shall they enter Paradise until the camel passes through the eye of the needle, which is impossible, and so is their entry [into Paradise]. So, with this requital, We requite those who are sinful, through disbelief.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

•[AYAT 39]•[AYAT 41]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
40of206
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=7&tAyahNo=40&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#7:40